Bab 04: Operasi Merayu Gerry

 

(gambar hanya ilustrasi)

Setelah posisi bassist kosong, gue dan Jon mulai memikirkan cara supaya Uprealband tetap bisa jalan.

Waktu itu gue berpikir sederhana aja. Dulu, saat kami bikin CD mini album sekedarnya, bagian drum toh dimainkan lewat komputer. Jadi, kalau personel drummer bermasalah, ya sudah, sementara ganti komputer aja. Hahahaha!

Tapi untuk posisi bass, kami tetap membutuhkan orang. Gue dan Jon akhirnya kepikiran Gerry.

Gerry itu ya sang drummer band ini sendiri hahaha. Dia teman sekolah gue, jadi gue cukup tahu karakternya. Gue juga ingat waktu Gerry masih bersama H2O. gerry sempet cerita, meskipun posisinya drummer, dia justru sering sibuk mengoreksi permainan bass Ismanu. Eh, Ismanu malah terpilih sebagai bassist terbaik.

Dari situ gue berpikir, jangan-jangan Gerry sendiri lebih cocok jadi bassist.

Kebetulan, Jon baru membeli bass bekas merek Maison berwarna hijau dengan harga murah. Siapa sangka, bass itu kemudian ikut menjadi bagian dari rencana kami untuk membujuk Gerry.

beberapa hari kemudian, Akhirnya, gue dan Jon mendatangi rumah Gerry.

Karena gue sudah tahu karakter teman gue ini, gue memilih strategi sederhana: Jon saja yang masuk untuk ngomong langsung sama Gerry. Gue menunggu di luar, di halaman rumahnya. Hahahahaha! ya gerry masa itu cukup temperamen lah orang nya hahahaha

Jon pun masuk menemui Gerry.

Jon: “Gimana nih, Ger? Band kita kan nggak ada Bassist nih?”

Gerry: “Wah, lu mencurigakan. Sampai abang lu tuh, si Bany, nunggu di luar segala! Ada apaan?”

Baru juga mulai ngobrol, Gerry sudah curiga. Apalagi gue malah menunggu di luar rumah. Dari sudut pandang Gerry, kedatangan kami memang kelihatan nggak biasa.

Jon: “Kan kebetulan tuh, gue baru beli bass bekas. Hehehehe.”

Gerry: “Wah, makin mencurigakan nih. Hmmmmm.”

Jon akhirnya memutuskan untuk langsung menyampaikan maksud kedatangannya.

Jon: “To the point aja deh. Gimana kalau lu aja yang jadi bassist?”

Gerry: “Gila lu!”

Jon lalu mengingatkan Gerry tentang kebiasaannya saat masih bersama H2O.

Jon: “Kata Bany, lu kan dulu sama H2O. Walaupun lu sebagai drummer, lu malah sibuk ngoreksi permainan bass-nya Ismanu. Eh, malah Ismanu kepilih jadi bassist terbaik.”

Gerry mulai mempertimbangkan ucapan Jon.

Gerry: “Hmmmm... iya juga ya.”

Akhirnya, Gerry bersedia mencoba posisi bass.

Gerry: “Ya udah... gue coba.”

Tapi Gerry masih penasaran dengan satu hal.

Gerry: “Terus bass itu buat gue?”

Jon: “Kagak! Hahahaha! Tapi boleh lu pakai kok buat latihan. Hehehehe.”

Jadi, bass Maison hijau yang dibeli Jon itu bukan langsung diberikan kepada Gerry. Jon hanya membolehkan Gerry memakainya untuk latihan.

Sebelum pembicaraan benar-benar selesai, Gerry sempat menanyakan persoalan yang tersisa.

Gerry: “Terus drummer-nya siapa?”

Nah, itu dia. Gerry bersedia pindah ke bass, tetapi posisi drummer tetap harus dicari penggantinya.

Jon kemudian keluar dari rumah Gerry sambil mengacungkan jempol ke arah gue.

Dari halaman, gue langsung tahu kalau misi membujuk Gerry berhasil. Hahahahaha!

Akhirnya, satu persoalan Uprealband teratasi. Gerry bersedia menjadi bassist, sementara posisi drummer kembali kosong.

Operasi Merayu Gerry berhasil. Sekarang giliran kami mencari drummer baru.

Popular Posts

Pengantar Perjalanan Uprealband 2004 hingga Kini: Papa Dulu Punya Band?

BAB 1 1997–1999: Sebelum Nama Itu Ada

BAB 14 Pasir Digoreng, Glasswool ala Ninja, dan Perjuangan Menyulap Studio