BAB 2 Nama Itu Akan Muncul

1999: Kuliah di Solo, Band di Depok

Tahun 1999, gue melanjutkan kuliah S-1 di Solo. Karena berada jauh dari Depok, aktivitas band jadi berkurang. Kami biasanya baru bisa latihan kalau gue pulang ke Depok saat liburan.

Waktu pulang, kami sering latihan di Studio Tony-Q, Depok 2. Studio itu berada di lantai dua. Pernah suatu kali pintu masuknya terkunci, jadi kami harus mencari jalan lain. Kami naik melalui atap di sebelah studio, melewati sisi bangunan, lalu masuk lewat celah atau jendela di sebelah kiri.

Untuk formasi personel lengkap pada masa itu, gue sudah nggak ingat.

Latihan biasanya berlangsung malam hari. Setelah selesai, kadang kami duduk di pinggir jalan untuk mengeringkan keringat. Pernah juga AC studio rusak, tetapi kami tetap latihan. Hasilnya, keringat bercucuran.

Saat itu Gerry sudah bekerja, sedangkan Jon masih sibuk menyelesaikan kuliah S-1.

Ada satu hal yang pernah gue sampaikan kepada Gerry dan Jon.

“Wah, mau sampai kapan kita begini terus? Karya udah ada, tapi nggak pernah jadi bentuk rekaman.”

Gue sudah nggak ingat apa jawaban mereka waktu itu. Yang jelas, lagu-lagu kami sudah ada, tetapi belum benar-benar direkam menjadi karya yang bisa kami simpan.

2000 dan Seterusnya: Eksperimen Obhik

Memasuki tahun 2000, kegiatan gue mulai berubah. Berbekal ijazah D-3, gue melamar pekerjaan dan alhamdulillah diterima. Sejak itu, gue mulai bekerja di Jakarta dan menjalani rutinitas pulang-pergi Depok-Jakarta. Waktu gue semakin banyak tersita untuk pekerjaan. Sementara itu, kuliah S-1 yang sebelumnya gue jalani di Solo akhirnya nggak gue selesaikan.

Pada periode yang sama, kakak gue, Obhik, menyelesaikan kuliah S-1 di Purwokerto dan kembali ke Depok. Dia kemudian tinggal di rumah Babe. Dengan begitu, Obhik, gue, dan Jon tinggal bersama di sana.

Obhik adalah anak pertama Babe, gue anak kedua, dan Jon anak ketiga. Obhik sendiri sudah punya band ketika kuliah, tetapi setelah kembali ke Depok, dia nggak ngeband lagi.

Sebagai gantinya, Obhik mulai sibuk bereksperimen dengan lagu-lagu gue dan Jon menggunakan komputer Babe yang dibeli pada 1996.

Komputer itu sempat rusak beberapa kali, kalau nggak salah sekitar tiga kali, karena sering diutak-atik Obhik. Paman Kawit, adik dari Emak gue, yang mengerti perbaikan komputer, membantu memperbaikinya. Setelah komputer beres, Obhik kembali melanjutkan eksperimennya.

Software audio yang gue ingat waktu itu antara lain Guitar Tracks dan FruityLoops. Komputernya menggunakan sound card Sound Blaster.

Glen, teman Obhik sejak SMP, juga ikut membantu. Glen pemain bass dan sering berada di Wings Studio. Dia juga bekerja di sana sebagai sound engineer. Gue sendiri nggak ingat apakah saat itu Glen sudah punya band sendiri atau belum.

Glen bukan personel band kami, tetapi dia membantu memainkan bass dalam rekaman lagu-lagu kami. Dugaan gue, Obhik sedang bereksperimen mengolah karya band adik-adiknya. Kebetulan Glen seorang bassist, sementara posisi bass di band kami saat itu sedang kosong.

Waktu itu, personel Bougenville yang tersisa adalah gue sebagai vokalis, Jon sebagai gitaris, dan Gerry sebagai drummer. Kami masih bertiga, sementara lagu-lagu yang pernah dibuat tetap ada.

Lia, pacar Glen waktu itu, juga terlibat dalam proses rekaman. Dia seorang vokalis dan mengisi backing vocal untuk lagu “Terbang Melayang”. Gue nggak tahu apakah saat itu Lia juga punya band sendiri.

Gue merekam vokal di kamar sederhana di rumah Babe menggunakan komputer rumahan dan sound card Sound Blaster. Bagian drum dibuat menggunakan sampel dari software, Glen memainkan bass, dan Lia mengisi backing vocal di “Terbang Melayang”.

Bahkan, filter mikrofon Obhik buat sendiri dari kawat yang dibentuk melingkar, lalu ditutup menggunakan kain stocking bekas berwarna cokelat.

Beberapa lagu yang masih gue ingat dari proses tersebut adalah “Terbang Melayang”, “Kudisini”, “Biarlah”, “Kasih” atau “Hampa”, dan “Dari Dulu Aku Bilang”.

Khusus lagu “Biarlah”, sekarang gue cuma ingat melodi bagian reff-nya.

Sebagian rekaman sempat dibakar ke CD, mungkin menggunakan Nero. Namun, gue sudah nggak ingat apakah semua lagu selesai direkam atau semuanya sempat dimasukkan ke CD.

Lagu “Dari Dulu Aku Bilang” memiliki dua suasana dalam satu lagu. Awalnya rock and roll, lalu berubah menjadi blues. Detail teknis aransemennya sekarang sudah nggak terlalu gue ingat.

2001: Jon Menyelesaikan Kuliah

Memasuki tahun 2001, Jon menyelesaikan pendidikan S-1. Sementara itu, gue masih bekerja dan menjalani kehidupan di Jakarta dan Depok.

2002: Jon Mulai Bekerja di Jakarta

Setahun kemudian, pada 2002, Jon mulai bekerja di Jakarta sebagai stockbroker/pialang saham. Dengan kesibukan pekerjaan masing-masing, aktivitas bermusik pun harus berjalan di tengah rutinitas yang ada.

2003: Pekerjaan Semakin Menyita Waktu

Memasuki tahun 2003, pekerjaan gue semakin sibuk. Gue sering menginap di tempat kerja dan biasanya baru pulang ke Depok pada akhir pekan. Di tengah kesibukan itu, gue juga mulai melanjutkan kuliah S-1 di Jakarta sambil tetap bekerja.

Gerry masih bekerja di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat itu, dia juga sudah menikah.

Meskipun kesibukan masing-masing semakin bertambah, gue masih menyimpan CD berisi rekaman lagu-lagu kami. Gue ingat pernah memberikan satu CD kepada rekan kerja yang punya rumah produksi. Rumah produksi itu mewakili beberapa artis sinetron.

CD tersebut ditempeli stiker cetak yang menampilkan foto gue, Jon, dan Gerry. Sebelumnya, kami bertiga memang pernah pergi ke studio foto untuk membuat foto bersama. Gue inget banget, kami bertiga pake kaos putih bersablokan logo @up-real warna biru, memakai celana jeans warna biru juga.

Rekan kerja gue itu tertarik dengan lagu-lagu di dalam CD tersebut. Dia bertanya siapa yang menyanyi.

Gue jawab, gue sendiri.

Lalu dia bertanya siapa yang menciptakan lagu-lagunya.

Gue jawab, gue juga yang menciptakan.

Dia kemudian bilang kurang lebih begini:

“Nah, udah, elu aja yang gue orbitin. Nanti pemain musiknya dari pihak gue.”

Gue berterima kasih atas tawaran tersebut. Namun, waktu itu gue nggak langsung menceritakannya kepada Jon dan Gerry. Cerita ini baru gue sampaikan kepada mereka bertahun-tahun kemudian, bahkan setelah era CD Uprealband - Evolution rilis kelak.

Pertengahan 2004: Kembali ke Band

Setelah menjalani pekerjaan dan kuliah secara bersamaan, pada pertengahan 2004 gue akhirnya menyelesaikan pendidikan S-1 di kampus Jakarta. Setelah menyelesaikan kuliah, gue punya kesempatan untuk kembali aktif bermain musik.

Kemudian muncul kesempatan mengikuti festival tingkat kelurahan dengan tema Betawi. Untuk keperluan tersebut, kami mencari pemain bass. Eka, tetangga gue yang tinggal di Gang Rinjani, bisa bermain bass dan kemudian bergabung.

Kami memilih lagu “Begini Begitu” karya Benyamin Sueb. Lagu tersebut kami aransemen dengan nuansa rock and roll.

Ada alasan sederhana di balik pemilihan lagu itu. Liriknya hanya menggunakan dua kata utama, yaitu “begini” dan “begitu”. Jadi, kami merasa lebih mudah mengingat liriknya saat tampil.

Sebelum naik panggung, Ikah, tetangga gue yang aktif di Karang Taruna, membantu merias kami. Wajah kami diberi bedak dan sedikit lipstik. Kami juga mengenakan celana batik bergaya Betawi sesuai tema festival.

Tanpa diduga, penampilan itu membawa kami meraih juara kedua. Salah satu juri dalam festival tersebut adalah Benny Tahir dari Whizkid.

Popular Posts

Pengantar Perjalanan Uprealband 2004 hingga Kini: Papa Dulu Punya Band?

BAB 1 1997–1999: Sebelum Nama Itu Ada

BAB 14 Pasir Digoreng, Glasswool ala Ninja, dan Perjuangan Menyulap Studio