Bab 20: Ulang Tahun Rini, Derry, dan Kedatangan Apoy

 

Saat itu, seorang tetangga bernama Rini, adik Wawan, akan berulang tahun. Rumahnya berhadapan langsung dengan rumah Babe. Karena suasana perumnas masih kental dan semua sudah saling mengenal, tercetuslah sebuah ide sederhana.

"Kenapa nggak sekalian gelar alat? Sekalian buat bahan praktik, hehe..." kata Obhik.

Seperti biasa, anak-anak Uprealband pun mengeluarkan alat-alat mereka dan menggelarnya di depan rumah Rini. Konsepnya santai, dengan lagu-lagu yang dibawakan secara akustik agar tidak terlalu berisik. Bahkan, stik drum pun sempat disiasati menggunakan sumpit.

Derry pun turut hadir malam itu. Namun, terkait statusnya di Uprealband, saat itu belum ada keputusan apa pun. Semuanya masih berjalan begitu saja.

Malam Ulang Tahun Rini

Acara dimulai selepas Isya. Di bawah tenda milik Uprealband yang saat itu memang sering disewakan, alat-alat mulai berbunyi. Tidak ada panggung mewah ataupun tata cahaya khusus. Hanya acara sederhana yang digelar keluarga Rini untuk merayakan hari ulang tahunnya.

Suasananya cair. Siapa saja boleh bermain dan bernyanyi. Tidak ada aturan yang terlalu kaku.

Namun, tiba-tiba...

Apoy datang!

Dengan santainya, ia membawa sebuah tas, seolah tidak pernah menghilang.

Ketika tas itu dibuka, semua orang langsung melirik.

Busyet...

Di dalamnya ada sepasang stick brush plastik.

Gaya banget sudah saat itu!

Hahaha...

Untuk acara ulang tahun sederhana di lingkungan rumah, perlengkapan itu terasa keren. Apoy hanya tersenyum sambil nyengir, lalu duduk di belakang drum dan mulai bermain. Sementara yang lain tertawa melihat tingkahnya, perlu pembaca tahu bahwa Apoy memang pribadi yang jarang bicara.

Entah apa yang ada di dalam hati Derry saat itu. Mungkin hanya ada gumaman kecil:

"Yah..."

Hahaha...

Lucunya, bertahun-tahun kemudian baru diketahui bahwa stick brush yang dibawa Apoy ternyata bukan sekadar gaya-gayaan.

Saat SMA di Semarang, Apoy cukup sering menghabiskan waktu di Toko Musik Halmahera. Di sana, ia mengenal konsep musik akustik dan MTV Unplugged yang saat itu sedang populer.

Jadi, di balik perlengkapan yang terlihat gaya itu, ternyata Apoy memang sudah mengenal konsep musik akustik.

Walaupun, kalau dilihat sekilas...

Tetap saja kelihatannya gaya!

Hahaha...

Dokumentasi


Suasana ulang tahun Rini

Foto acara ulang tahun Rini yang masih tersimpan hingga sekarang.

Dari foto-foto malam itu, terlihat suasana yang santai. dibawah tenda milik uprealband yang sering disewa-sewakan kala itu, lalu disitu ada Jon asyik memainkan bass bekas merek Maison yang belum lama dibelinya (bass saat untuk merayu gerry). Di depan mic stand, Derry berkaos warna putih bersablokan logo @up-real berdiri bernyanyi sambil memainkan gitar elektrik merk Samick milik Obhik, sedangkan Dewa duduk di sebelah kanannya memainkan gitar elektrik sebagai rhythm.

Acara itu menjadi kesempatan bagi siapa saja untuk ikut bermain dan bersenang-senang.

Kalau dipikir sekarang, malam itu hanyalah sebuah acara ulang tahun sederhana. Namun, di sana ada beberapa orang yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan Uprealband: Derry yang masih duduk di tingkat akhir SMU, Apoy yang akhirnya kembali ke Depok, Dewa yang memainkan gitar, dan Jon yang menikmati bass Maison bekas barunya.

Rini dan keluarganya mungkin tidak pernah menyangka bahwa acara sederhana yang mereka gelar akan menjadi bagian dari perjalanan Uprealband yang masih dikenang hingga puluhan tahun kemudian.

Untungnya, foto-foto malam itu masih tersimpan. Kalau tidak, mungkin cerita ini akan terdengar seperti karangan belaka.

Dan setelah ini, seperti biasa, perjalanan Uprealband bakal berlanjut dengan cerita-cerita absurd lainnya.

Lho? Kok lama-lama jadi ciri khas, wkwkwkwk!

Popular Posts

Pengantar Perjalanan Uprealband 2004 hingga Kini: Papa Dulu Punya Band?

BAB 1 1997–1999: Sebelum Nama Itu Ada

BAB 14 Pasir Digoreng, Glasswool ala Ninja, dan Perjuangan Menyulap Studio