Bab 22: Papan Nama UP-REAL Studio dan Akhirnya Buka Juga!

 

(gambar ilustrasi)

Setelah tarif sewa dan aturan studio beres, ternyata masih ada satu masalah lagi.

Lah, studio udah siap dipakai, tapi orang-orang yang lewat mana tahu kalau di situ ada studio latihan?

Wkwkwkwk...

Akhirnya, anak-anak Uprealband dan crew sepakat bikin papan nama sendiri. Ya iyalah, namanya juga modal pas-pasan. Mau pesan papan nama profesional? Duitnya dari mana, hahaha...

Mulailah crew berkreasi. Mereka bikin cetakan huruf dari karton tebal, sementara triplek seadanya dicat putih dulu buat jadi dasarnya.

Setelah cat putihnya kering, cetakan huruf ditempelkan. Lalu, bagian dalam huruf itu ditutul-tutul pakai cat sampai terbentuk tulisan “UP-REAL Studio”, lengkap dengan nomor telepon.

(
foto papan nama sebenarnya)


Dan jadilah papan nama kebanggaan kami!

Kalau sekarang dilihat lagi, mungkin orang bakal bilang, "Ya begitu doang?"

Tapi buat kami saat itu, rasanya udah kayak punya studio profesional. Maklum, bikin sendiri, pasang sendiri, dan bangga sendiri.

Hahaha...

Setelah selesai, papan nama itu pun dipasang menggantung melintang di tengah jalan depan studio, mirip lampu jalan, cuma ya nggak ada lampunya.

Pokoknya, kalau ada orang lewat, sekarang mereka bisa tahu kalau di situ ada UP-REAL Studio. Nggak cuma orang-orang sekitar yang udah kenal kami, orang yang belum tahu Uprealband pun bisa mulai penasaran.

Akhirnya, UP-REAL Studio Buka Juga!

Sekitar awal sampai pertengahan tahun 2005, UP-REAL Studio akhirnya mulai beroperasi.

Ya cuma kami, anak-anak band yang berusaha mewujudkan sesuatu dengan modal seadanya. Peralatan sebagian rakitan sendiri, studio dibenahi pelan-pelan, dan sekarang akhirnya bisa dibuka buat band-band lain yang mau latihan.

Kalau nggak salah, beberapa hari pertama pun belum langsung ramai. Ya wajar, nama Uprealband saat itu belum dikenal banyak orang.

Tapi buat gue, yang penting sekarang kami udah punya markas sendiri. Tempat buat kumpul, latihan, berisik, dan tentu saja mengejar mimpi yang waktu itu belum jelas ujungnya bakal ke mana.

Lama-lama, satu per satu anak band mulai berdatangan. Ada yang tahu karena melihat papan nama, ada yang dapat informasi dari teman, ada juga yang mungkin cuma penasaran melihat studio baru di daerah situ.

Dan dari sinilah cerita Uprealband mulai melebar ke mana-mana. Awalnya kami cuma ingin punya tempat sendiri buat latihan, eh, sekarang malah mulai bertemu band-band lain dan musisi yang sebelumnya belum kami kenal.

Siapa saja band dan musisi pertama yang datang ke UP-REAL Studio?

Terus, bagaimana tanggapan mereka melihat studio sederhana yang kami bangun dengan modal pas-pasan dan semangat yang kadang lebih besar daripada isi dompet?

Wkwkwkwk...

Yuk, intip kelanjutannya di halaman berikutnya....

Popular Posts

Pengantar Perjalanan Uprealband 2004 hingga Kini: Papa Dulu Punya Band?

BAB 1 1997–1999: Sebelum Nama Itu Ada

BAB 14 Pasir Digoreng, Glasswool ala Ninja, dan Perjuangan Menyulap Studio