BAB 3 Dari Recording Live hingga Perjalanan ke Pasar Festival Ancol
(gambar hanya ilustrasi)
Ketika Karya Mulai Menemukan Bentuk
Setelah beberapa karya hasil oprekan Obhik dan kawan-kawan mulai menemukan bentuk, kami melangkah ke proses berikutnya.
Saat itu, formasi Uprealband terdiri dari Gerry pada drum, gue sebagai vokalis, Jon pada gitar, dan Eka pada bass.
Kami melakukan recording live di Wings Studio. Pada masa itu, gue mendapatkan pinjaman handycam dari teman kerja untuk merekam kegiatan tersebut.
Ternyata, Glen yang sebelumnya membantu Obhik menggarap karya-karya kami juga bekerja sebagai sound engineer di Wings Studio. Pada masa itu, Wings Studio menjadi salah satu tempat tongkrongan anak-anak band Depok.
Dalam sesi recording live tersebut, Glen mengoperasikan proses rekaman menggunakan DAW yang tersedia di studio. Sementara itu, Lia ikut terlibat sebagai arranger sekaligus memegang handycam untuk merekam aktivitas kami ketika para personel Uprealband memainkan lagu secara live.
Sayangnya, hingga sekarang, hasil rekaman audio dari sesi tersebut sudah tidak ada lagi. Rekaman video menggunakan handycam pun sudah tidak tersedia. Akhirnya, sesi recording live di Wings Studio itu hanya tersisa dalam ingatan.
Kesempatan Kedua Meminjam Handycam
Kesempatan meminjam handycam datang lagi. Di tempat kerja, gue kadang diminta menjadi kameramen kalau ada acara kantor. Karena itu, pada kesempatan tertentu, kamera yang gue gunakan untuk bekerja bisa gue bawa pulang.
Kesempatan tersebut akhirnya dimanfaatkan Uprealband untuk membuat video klip lagu “Dari Dulu Aku Bilang”.
Sebelum video klip itu dibuat, Uprealband lebih dulu memesan kaos ke penyedia jasa sablon. Dari proses pemesanan kaos inilah kami mulai menggunakan nama @up-real.
Video Klip “Dari Dulu Aku Bilang”
Pembuatan video klip “Dari Dulu Aku Bilang” dilakukan di kediaman Paman Kawit di Pondok Rajek, Depok. Lokasi pengambilan gambarnya tepat di ruang tamu rumah beliau.
Dengan handycam pinjaman dari tempat kerja, kami memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat video klip sendiri.
Masing-masing personel mengenakan kaos yang sudah dipesan sebelumnya, lengkap dengan logo @up-real dengan tulisan berwarna biru.
Wkwkwk... kalau diingat sekarang, gaya banget kami saat itu. Kaos sudah pakai logo sendiri, lalu bikin video klip pula!
Ada satu hal yang perlu dicatat tentang lagu ini. Permainan bass yang terdengar dalam rekamannya adalah permainan Glen, bukan permainan Eka yang saat itu mengisi posisi bass dalam formasi Uprealband.
Jadi, meskipun Eka merupakan pemain bass dalam formasi Uprealband, permainan bass yang terdengar pada lagu “Dari Dulu Aku Bilang” berasal dari Glen.
Alhamdulillah, video klip tersebut masih tersedia di YouTube hingga sekarang. Berbeda dengan rekaman audio dan video dari sesi recording live di Wings Studio yang sudah tidak ada, video klip ini masih bisa disaksikan kembali sebagai salah satu dokumentasi perjalanan Uprealband.
Ketika Jadwal Manggung Kalah oleh Servis Motor
Setelah festival kelurahan dan pembuatan video klip selesai, semangat kami untuk melanjutkan perjalanan bersama Uprealband semakin besar.
Tidak lama kemudian, ada jadwal manggung yang menanti.
Masalahnya, menyamakan waktu di antara personel bukan perkara mudah. Kami sudah mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Jon bahkan sudah mengurus izin dari tempat kerjanya agar bisa ikut mempersiapkan penampilan tersebut.
Kami berusaha meluangkan waktu untuk latihan karena sadar bahwa kekompakan di atas panggung perlu dibangun bersama.
Namun, menjelang jadwal latihan, ada kejadian yang sampai sekarang masih terasa lucu kalau diingat.
Eka, bassist kami saat itu, justru sibuk memanfaatkan promo pembukaan bengkel baru yang menawarkan servis motor gratis.
Wkwkwk...
Di satu sisi, kesempatan servis motor gratis memang sayang dilewatkan. Tetapi waktunya benar-benar tidak tepat. Kami sedang berusaha menyamakan jadwal untuk persiapan manggung, sementara bassist kami malah punya agenda lain.
Gue masih suka tertawa kalau mengingat kejadian itu.
“Kitanya udah bela-belain nyocokin jadwal latihan buat manggung, eh bassist kita malah lagi servis motor gratis.”
Pada akhirnya, Eka tidak lagi diajak melanjutkan perjalanan bersama Uprealband.
Tidak ada rapat resmi untuk mengeluarkannya. Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada pula surat pengunduran diri.
Semuanya terjadi begitu saja setelah kejadian tersebut.
Dan sekali lagi, posisi bass kembali kosong.
Kembali Mencari Jalan
Kalau dilihat dari luar, persoalannya mungkin terdengar sederhana.
Tinggal mencari bassist baru.
Namun bagi kami, situasinya tidak sesederhana itu. Sebelumnya, kami sudah pernah kehilangan bassist dan mencoba membangun formasi baru bersama Eka. Kini, kami kembali harus memikirkan bagaimana band ini bisa terus berjalan.
Padahal Uprealband sudah punya karya sendiri, sudah membuat rekaman sederhana, dan bahkan sudah membuat video klip yang sampai sekarang masih bisa disaksikan di YouTube.
Kami sudah melangkah cukup jauh untuk ukuran band yang memulai semuanya dengan peralatan dan fasilitas seadanya. Namun, urusan formasi kembali menjadi persoalan.
Kami harus mencari jalan agar perjalanan Uprealband tidak berhenti hanya karena posisi bass kembali kosong.
Pasar Festival Ancol
Suatu hari, gue dan Jon pergi bersama beberapa teman dari Wings Studio ke Pasar Festival Ancol untuk menikmati pertunjukan musik.
Pada masa itu, tempat tersebut menjadi salah satu ruang berkumpul bagi musisi dan penikmat musik. Berbagai penampil hadir membawakan musik mereka.
Sore itu, perhatian kami tertuju pada seorang pria berambut gimbal. Penampilannya sederhana, gayanya santai, dan sesekali ia melontarkan candaan yang membuat penonton tertawa.
Salah satu lagu yang masih gue ingat memiliki lirik:
“Setan-setan kesurupan manusia...”
Saat itu, kami belum mengenal siapa penyanyi tersebut. Bertahun-tahun kemudian, sosok itu dikenal luas sebagai Mbah Surip.
Namun, di tengah suasana pertunjukan tersebut, pikiran gue dan Jon tetap kembali kepada persoalan band kami sendiri.
Jon bertanya,
“Gimana nih, Ban?”
Gue menjawab,
“Kalau begini terus, band kita bisa bubar.”
Kalimat itu muncul karena kami mulai lelah menghadapi persoalan formasi yang terus berulang. Band sudah memiliki lagu, pernah membuat rekaman EP, dan sudah menghasilkan video klip. Namun, untuk melanjutkan perjalanan, kami masih harus menemukan cara agar Uprealband bisa berjalan dengan formasi yang lebih memungkinkan.
Perjalanan ke Pasar Festival Ancol itu menjadi bagian dari cerita berikutnya dalam perjalanan Uprealband.
